PENGGUNAAN
KALIMAT ابن Dan ابنة
Pada dasarnya alif pada kalimat ابن dan ابنة itu
dibuangkan selama dia tidak terletak pada awal kata (syathar). Kemudian
disebutkan dalam Sirah Syami bahwa alif yang tidak dibuangkan pada
kalimat ابن dan ابنة itu ada 9 tempat:
1.
Apabila diidhafahkan kepada isim
dhamir, seperti : هَذَا اِبْنُكَ
2.
Apabila di nasabkan kepada bapak
yang lebih tinggi, seperti: مُحَمَّدُ اِبْنُ شِهَابِ maka شِهَابِ adalah
kakek dari pada مُحَمَّدُ
3.
Apabila diidhafahkan kepada bukan
bapaknya, seperti: مِقْدَادُ ابْنُ الْأَسْوَادِ أَبُوْهُ عَمْرٌو bapak dari مِقْدَادُ adalah عَمْرٌو, tetapi
dalam hal ini dinisbahkan kepada الْأَسْوَادِ. Begitu
juga dalam contoh مُحَمَّدُ ابْنُ الْحَنَفِيَةِ , maka الْحَنَفِيَةِ adalah ibu dari مُحَمَّدُ
4.
Apabila di’adalkan dari shifat
kepada khabar, seperti: أَظُنُّ مُحَمَّدًا ابْنُ عَبْدِ اللهِ
5.
Apabila di’adalkan dari shifat
kepada istifham, seperti: هَلْ تِيْمُ ابْنُ مَرَّةٍ
6.
Apabila di tatsniyahkan, seperti
dalam contoh: زَيْدٌ وَ عَمْرٌو ابْنَا مُحَمَّدٍ
7.
Apabila penyebutannya tanpa nama,
seperti: جَاءَ ابْنُ عَبْدِ اللهِ
8.
Apabila letaknya pada permulaan
kalam, seperti: اِبْنُ مُحَمَّدٍ قَامَ
9.
Apabila bersambung dengan shifat,
seperti: زَيْدٌ الْفَاضِلُ ابْنُ عَمْرٍ
Disebutkan dalam sebuah contoh مُحَمَّدٌ بْنُ
مُحَمَّدِ بْنُ مُحَمَّدٍ (MUHAMMADUBNU MUHAMMADIBNU
MUHAMMADIN) ini menunjukkan bahwa محمدyang ke-2 merupakan bapak dari pada محمدyang pertama, karena apabila ابن
berada antara 2 ‘alam maka yang keduanya bapak dari pada yang pertama.
و الله أعلم بالصواب
Tidak ada komentar:
Posting Komentar