Jumat, 10 Januari 2014

nahwu

PENGGUNAAN KALIMAT ابن Dan ابنة
Pada dasarnya alif pada kalimat ابن dan ابنة itu dibuangkan selama dia tidak terletak pada awal kata (syathar). Kemudian disebutkan dalam Sirah Syami bahwa alif yang tidak dibuangkan pada kalimat ابن dan ابنة itu ada 9 tempat:
1.    Apabila diidhafahkan kepada isim dhamir, seperti : هَذَا اِبْنُكَ
2.    Apabila di nasabkan kepada bapak yang lebih tinggi, seperti: مُحَمَّدُ اِبْنُ شِهَابِ maka شِهَابِ adalah kakek dari pada مُحَمَّدُ
3.    Apabila diidhafahkan kepada bukan bapaknya, seperti: مِقْدَادُ ابْنُ الْأَسْوَادِ أَبُوْهُ عَمْرٌو  bapak dari مِقْدَادُ adalah عَمْرٌو, tetapi dalam hal ini dinisbahkan kepada الْأَسْوَادِ. Begitu juga dalam contoh مُحَمَّدُ ابْنُ الْحَنَفِيَةِ ,  maka  الْحَنَفِيَةِ adalah ibu dari مُحَمَّدُ
4.    Apabila di’adalkan dari shifat kepada khabar, seperti: أَظُنُّ مُحَمَّدًا ابْنُ عَبْدِ اللهِ
5.    Apabila di’adalkan dari shifat kepada istifham, seperti: هَلْ تِيْمُ ابْنُ مَرَّةٍ  
6.    Apabila di tatsniyahkan, seperti dalam contoh: زَيْدٌ وَ عَمْرٌو ابْنَا مُحَمَّدٍ  
7.    Apabila penyebutannya tanpa nama, seperti: جَاءَ ابْنُ عَبْدِ اللهِ
8.    Apabila letaknya pada permulaan kalam, seperti: اِبْنُ مُحَمَّدٍ قَامَ
9.    Apabila bersambung dengan shifat, seperti: زَيْدٌ الْفَاضِلُ ابْنُ عَمْرٍ
Disebutkan dalam sebuah contoh  مُحَمَّدٌ بْنُ مُحَمَّدِ بْنُ مُحَمَّدٍ (MUHAMMADUBNU MUHAMMADIBNU MUHAMMADIN) ini menunjukkan bahwa  محمدyang ke-2 merupakan bapak dari pada  محمدyang pertama, karena apabila ابن berada antara 2 ‘alam maka yang keduanya bapak dari pada yang pertama.
و الله أعلم بالصواب

Tidak ada komentar:

Posting Komentar